Pengalaman Suka Duka Seorang Blogger Pemula

Pengalaman Suka Duka Seorang Blogger Pemula
Rate this post

Sejak awal tahun, gaung industri 4.0 telah digemakan di mana-mana. Seolah menegaskan jika di era saat ini, setiap orang harus “melek teknologi” agar bisa bertahan di industri yang sedang digeluti. Senada dengan hal tersebut, workshop digital marketing digelar di banyak tempat, sebagai upaya penyuluhan bagi teman-teman yang masih asing dengan fungsi dan implementasi teknologi untuk bisnisnya, salah satunya adalah membangun dan optimasi blog.

Sayangnya, tak banyak orang memahami bahwa blog tidak hanya berguna bagi penulis yang gemar mengutarakan pendapat, tapi juga berfungsi untuk menunjang bisnis. Mulai dari membangun kepercayaan pelanggan, media untuk menunjukkan portofolio dan testimoni,  media untuk memperkenalkan produk secara lengkap, membangun relasi, hingga meningkatkan pendapatan.

Semua manfaat blog yang menggiurkan tersebut tidak bisa dicapai dengan instan, butuh keuletan, ketelatenan, dan konsistensi dalam membangun dan optimasi web. Jelas, bagi pemula ini adalah pekerjaan yang merepotkan, dan bahkan seringkali dijadikan alasan mengapa seseorang enggan membuat website untuk keperluan bisnisnya.

1. Khawatir dengan harga mahal, tapi kalau beli hosting murah takut menyesal

Memang, membangun dan merawat blog itu butuh biaya, waktu, dan tenaga. Makanya banyak orang berdalih mahal biayanya atau tak bisa mengoperasikannya, untuk menolak atau berhenti belajar membangun blog. Padahal untuk urusan biaya, bisa saja diakali dengan cara beli hosting murah yang kualitasnya tepercaya seperti niagahoster. Bahkan dalam pelayananannya pun, niagahoster bersedia menemani pelanggannya untuk belajar mengoperasikannya dan memberi tips agar blog menunjukkan angka pertumbuhan yang positif.

Apalagi saat ini tak ada ilmu yang tak bisa dicari di mesin pencari. Semua bisa ditemukan, mulai dari resep masakan sampai optimasi blog. Melihat tutorial dari artikel atau praktiknya langsung melalui youtube juga ada. Jadi, sebenarnya tidak tepat jika Anda enggan membangun blog hanya karena alasan mahal atau tidak tahu cara perawatannya.

2. “Saya sudah buat blog, tapi kok tidak keluar di Google?”

Sebentar, mari baca penjelasan ini dengan cermat. Di dunia ini tidak ada hal yang instan, bahkan mie instan pun butuh dimasak beberapa menit sebelum bisa dinikmati. Pun demikian dengan blog Anda. Pertanyaan seperti inilah yang sering dilontarkan oleh pemula. Anda mungkin beranggapan, jika sudah membuat ya seharusnya langsung bertengger di halaman pertama Google atau mesin pencari lainnya. Padahal, yang tahunan bermain blog saja kadang masih ada di halaman kedua, apalagi yang baru membuat.

Tapi, bukan berarti Anda tidak punya peluang untuk muncul di jajaran teratas. Lakukan dengan perlahan dan konsisten untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Jalannya terjal, tapi jangan menyerah. Karena jika berhasil melewatinya, banyak bonus siap menanti Anda. Bisnis yang semakin dikenal, pendapatan meningkat, bahkan bisa mendapatkan penghasilan tambahan melalui pemasangan iklan pada blog Anda. Mau tahu caranya? Ayo bangun blog Anda dengan cara beli hosting murah dan belajar optimasi website mulai dari sekarang.

3. “Saya nggak bisa nulis, terus blognya mau diisi apa?”

Secara logis, selama seseorang bisa mengutarakan pendapat, maka tidak mungkin ia tidak bisa menulis. Menulis hanyalah cara lain untuk menyampaikan isi kepala, hati, dan upaya untuk melakukan promosi. Ingat satu hal ini untuk memudahkan langkah Anda mulai menulis, “tulisan yang baik adalah tulisan yang dibuat untuk dibaca dengan nyaman.”

Jika Anda punya bisnis bakso, maka buatlah tulisan yang mendeskripsikan produk Anda dengan cara yang nyaman dan tidak berlebihan. Sentuhlah hati pembaca dengan cerita jujur, tulus, dan tidak memaksa untuk promosi. Lakukan semuanya dengan bertahap, satu persatu uraikan alasan Anda mengapa membuat bisnis tersebut. Sampaikan maksud baik Anda ketika memutuskan untuk membangun bisnis kuliner bakso, dan akhiri dengan kesimpulan yang tidak porvokatif. Tulisan yang enak dibaca akan membuat pembaca mulai penasaran dengan produk Anda dan menuntunnya pada pembelian produk.

4. Tantangannya adalah konsisten

Penyakit konsisten ini sebenarnya tida hanya menyerang pemula. Pemilik blog senior pun kadang masih inkonsisten, seiring dengan meningkatnya kesibukan. Tapi justru celah itu yang harus dirobohkan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Bukankah kesuksesan adalah buah dari konsistensi dan pantang menyerah?

Hal terpenting adalah Anda berani memulai, mengambil langkah. Jika sudah, tinggal dikuatkan tekadnya dan memaksimalkan setiap upaya. Agar kelak hasil yang diterima sebanding dengan proses yang telah dilakukan. Sampai tiba hari saat Anda merasa bersyukur telah membuat blog yang membawa dampak kebaikan bagi kehidupan bisnis dan pribadi. Jadi, kapan mau membuat blog Anda sendiri?